SELAMAT DATANG DI WEBSITE DESA AENG TABAR KEC. TANJUNG BUMI KAB. BANGKALAN

Selasa, 28 Juli 2015

Pemasangan Banner KKN 62 Aeng Tabar


Pemasangan banner Kuliah Kerja Nyata Universitas Trunojoy Madura Kelompok 62 dilokasi tempat tinggal kami dirumah Pejabat Desa Bapak Jayus.

Senin, 27 Juli 2015

Pelepasan KKN UTM Di Kecamatan Tanjung Bumi





Setelah pelepasan mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) semester genap tahun 2015 maka ada pelepasan lagi di tiap kecamatan. Pelepasan itu mulai jam 13.00 - 13.30 yang dihadiri oleh aparatur kecamatan dan pembimbing dari Universitas Trunojoyo Madura. Saat pelepasan diambil 5 orang dari tiap kelompok dan setelah pelepasan itu kembali ketempat KKN masing-masing(27/07).

Pelepasan KKN UTM Kelompok 62






Pelepasan mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) semester genap tahun 2015 mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dilakukan secara resmi di depan gedung Rektorat Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura dilaksanakan pada hari Senin, 27 Juli 2015. Pelepasan peserta kuliah kerja nyata (KKN) dimulai pukul 08.00-10.00.

Peserta KKN sekitar 1.545 ribu peserta pada semester genap ini dan tersebar di dua Kabupaten, yaitu Sampang dan Bangkalan. Di Sampang ada empat kecamatan dengan jumlah 12 desa sedangkan di Bangkalan, ada 5 kecamatan dengan 67 desa, sehingga keseluruhan peserta KKN mencapai 79 kelompok.

Kami termasuk kelompok 62 dengan 19 peserta yang terbagi dari berbagai jurusan yang ada di
Universitas Trunojoyo Madur. KKN 62 ini ditugaskan di Desa Aeng Taber Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. KKN ini berakhir pada tanggal 19 Agustus 2015 dan tanggal 20 Agustus 2015 ada pameran produk hasil dari semua peserta KKN yang bertempat di Cakra atau Gedung Serba Guna.

Jumat, 22 Oktober 2010

Pariwisata



Wisata Religi di Desa Aeng Tabar

            Desa Aeng Taber terkenal dengan wisata religi. Hal ini terbukti dengan banyaknya makam keramat yang biasa disebut Bujuk oleh masyarakat Madura. Ada 44 Bujuk di Desa Aeng Taber. Bujuk-bujuk ini merupakan asal muasal Bujuk-bujuk yang ada di Bangkalan dan Sampang.
Bujuk yang pertama yaitu Bujuk Agung yang ada di dusun Daringan. Bujuk Agung ini adalah makan dari Habib Abu Syakhokh yang berasal dari desa Tarim wilayah negara Yaman.
Bujuk yang kedua yakni Bujuk Bedhung makam dari Habib Abu Syamah yang berasal dari Maruko. Habib Abu Syamah mempunyai menantu yang bernama K.H Abdus Shaleh. K.H Abdus Shaleh mendapat julukan Bindhere Sabher. Dari kata Sabher inilah asal muasal nama dusun Sabreh. Makam K.H Abdus Shaleh ini bernama Bujuk Nyu’un. Menurut Syaihona Holil, Bujuk ini disebut Bujuk Nyu’un karena di Desa Aeng Taber khususnya dusun Sabreh adalah tempat permohonan atau tempat istijabah, serta tanah di Sabreh, tanah di Demangan Bngkalan, tanah di Aceh, dan tanah di Sumatera memiliki bentuk, warna, dan tekstur yang sama.
K.H Abdus Shaleh menikah dan memiliki 4 orang istri. Istri-istri dari K.H Abdus Shaleh  yaitu:
1. Nyai Syarifah Khodijah
2. Nyai Syarifah Maimunah
3. Nyai Syarifah Khotimah
4. Nyai Syaridhon
Bindhere Sabher mempunyai dua putra yaitu Kyai Murokih dan Kyai Seramah. Kyai Murokih mempunyai julukan Bindhere Dul Kallam karena beliau kemana saja selalu membawa pen dan buku. Kyai Murokih mempunyai istri yang berasal dari bangsa jin yang bernama Salma. Kyai Seramah mempunyai dua istri, satu istrinya adalah manusia dan satunya lagi adalah jin. Bujuk-bujuk dari dua putra Bindhere Sabher bernama Bujuk Murokih dan Bujuk Seramah yang terletak di dusun Sabreh.



Kyai Hasan ini adalah tokoh yang mencetak para Ulama’ Sebangkalan. Hasan memiliki 7 orang putra putri. Salah satunya dinikahi oleh Syaihona Holil sebagai istri yang pertama. Istri yang kedua yakni putri dari Sultan Kadirun yang mempunyai dhalem yang sekarang ini menjadi Masjid Jami’ Bangkalan. Mas kawin beliau berupa bibit pohon sawo yang ditanam sendiri dengan posisi terbalik, akarnya di atas sedangkan daunnya di bawah. Sampai sekarang pohon tersebut masih hidup dan terdapat di dusun Sabreh.
 Syaihona Holil memiliki 4 orang putra. Putra yang pertama bernama Kyai Imron. Kyai Imron yang merupakan cucu dari Kyai Hasan ini kemudian menikahi wanita di dusun Sabreh. Kyai Imron dikaruniai dua orang putra kembar yaitu Kyai Amin dan Kyai Ma’mun. Kyai Ma’mun wafat tanpa memiliki ketununan. Sedangkan Kyai Amin memiliki banyak istri. Salah satu putra Kyai Amin yakni mantan Bupati Bangkalan K.H. Fuad Amin. Anak yang kedua yakni K.H. Faruk Amin. K.H. Fuad Amin dan K.H. Faruk Amin adalah saudara seayah namun lain ibu. Keturunan Syaihona Holil dari pihak laki-laki mencetak orang-orang pemerintahan atau orang-orang yang bergelut di dunia politik. Sedangkan dari yang perempuan mencetak ulama’ se-Bangkalan dan Sampang.
            Dari silsilah diatas dapat diambil kesimpulan bahwasannya Dhalem Syaihona Holil yang pertama ada di desa Aeng Taber tepatnya di dusun Sabreh yang namanya Maseng (artinya rumah yang terbuat dari seng). 

            Narasumber: R.A. Faizz Dhalhar 
Interviewer: Haris Kurniawati & Subhan  

Kamis, 21 Oktober 2010

Organisasi Masyarakat


ORGANISASI MASYARAKAT DESA AENG TABAR


1    1. IBU PKK
        Kegiatan ibu-ibu PKK untuk sementara ini masih berjalan selama 3 bulan saja masih belum berkembang, kalau ada posyandu biasanya ibu-ibu PKK aktif. Oleh karena itu kegiatan ibu-ibu PKK belum sepenuhnya berjalan dengan lancar.


1    2. KARANG TARUNA
Karang taruna di desa Aeng Tabar terbentuk mulai tahun 2013 sempat fakum semenjak 4 bulan yang diketuai oleh Ardi dan sekretaris yaitu Mohammad Dasuki, sekaligus bendahara Hendra dan beranggota 8 orang.
Program kerja karang taruna desa Aeng Tabar kecamatan tanjung bumi kabupaten bangkalan antara lain:
1.      Mengadakan pertemuan rutin satu bulan sekali.
2.      Mengadakan komunikasi serta konsultasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelenggarakan suatu kegiatan.
3.      Memberikan bantuan moril dan materil dalam penyaluran sumbangan terhadap masyarakat yang terkena musibah.
4.      Turut berperan dalam setiap kegiatan yang ada di desa, serta dalam menjalankan suatu program pemerintah untuk kesejahteraan desa.
5.      Mengikutsertakan anggota dalam setiap kegiatan pelatihan seperti pertanian, perkebunan, dll yang dapat meningkatkan usaha ekonomi.
6.      Mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif misalnya: acara HUT 17 Agustus
7.      Mengaktifkan kader-kader posyandu desa.
8.      Mengadakan peringatan hari-hari besar keagamaan.
9.      Berupaya menyalurkan aspirasi yang berkembang pada pihak pemerintah desa.

2     3. KELOMPOK TANI
Di desa Aeng Taber terdapat 3 kelompok tani yaitu:
a.       Kelompok tani Padi Mas 1 terdapat di Desa Sabreh yang di ketuai oleh Bapak Abdul Malik.
b.      Kelompok tani Padi Mas 2 terdapat di Desa Daringan yang di ketuai oleh Bapak Tohir.
c.       Kelompok tani Padi Mas 3 terdapat di Desa Mantangin yang di ketuai oleh Bapak Syarif.
Di antara ketiga kelompok tani tersebut kelompok padi mas 1 merupakan kelompok tani yang lebih aktif. Sedangkan untuk kelompok tani padi mas 2 dan padi mas 3 belum terlalu aktif.